FAQ

  1. Apa itu Program Kudus Asik?

    Kudus Asik adalah gerakan pengelolaan sampah organik yang mengajak masyarakat memilah sampah dari rumah dan menyalurkannya ke titik pengumpulan (pick-up point) agar dapat diolah menjadi humisoil yang bermanfaat bagi lingkungan.

  2. Siapa yang menginisiasi Program Kudus Asik?

    Program Kudus Asik diinisiasi oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) melalui Pusat Pengolahan Organik (PPO) dengan dukungan berbagai mitra dan pemangku kepentingan di Kabupaten Kudus.

  3. Apa tujuan Program Kudus Asik?

    Program ini bertujuan mengurangi timbulan sampah organik, mendorong budaya pilah sampah sejak dari rumah, serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

  4. Bagaimana cara kerja Program Kudus Asik?

    Program ini menerapkan alur sederhana: Pilah – Kumpulkan – Jemput – Olah. Masyarakat memilah sampah organik, mengantarkannya ke pick-up point, kemudian Pusat Pengelolaan Organik (PPO) BLDF menjemput dan mengolahnya menjadi humisoil.

  5. Siapa saja yang dapat bergabung dalam Program Kudus Asik?

    Program ini terbuka untuk masyarakat umum, sekolah, pondok pesantren, rumah makan, katering, fasilitas kesehatan, pasar tradisional, dan berbagai institusi lainnya.

  6. Bagaimana cara menjadi mitra Kudus Asik?

    Calon mitra dapat mendaftar melalui formulir pendaftaran yang tersedia di website kudusasik.id.

  7. Apa syarat utama menjadi mitra Kudus Asik?

    Mitra harus memilah sampah dengan baik dan hanya berupa sampah organik. Selain itu, sampah harus dikumpulkan pada satu titik pengumpulan yang terpusat dan mudah dijangkau armada pengangkut.

  8. Apakah ada syarat terkait lokasi mitra?

    Ya. Lokasi mitra harus dapat diakses oleh truk pengangkut milik PPO Djarum Oasis Kudus agar proses pengambilan sampah dapat berjalan lancar.

  9. Apakah layanan pengambilan sampah dikenakan biaya?

    Tidak. Layanan pengambilan sampah organik oleh PPO BLDF diberikan secara gratis kepada mitra yang memenuhi ketentuan program.

  10. Apakah warga perorangan bisa menjadi mitra Kudus Asik?

    Saat ini pendaftaran mitra untuk lingkungan masyarakat minimal dilakukan dalam skala 1 RW yang siap bergerak bersama.

  11. Apa keuntungan menjadi mitra Kudus Asik?

    Mitra dapat berkontribusi dalam pengurangan sampah organik, mendukung lingkungan yang lebih bersih, serta menjadi bagian dari gerakan pelestarian lingkungan di Kabupaten Kudus.

  12. Apa itu platform kudusasik.id?

    kudusasik.id adalah platform digital yang membantu masyarakat menemukan lokasi pick-up point atau penjemputan sampah organik terdekat sekaligus menyediakan informasi dan edukasi tentang pengelolaan sampah.

  13. Bagaimana cara menemukan pick-up point terdekat?

    Masyarakat dapat mengakses kudusasik.id dan menggunakan fitur pencarian lokasi untuk menemukan pick-up point terdekat dari tempat tinggalnya.

  14. Bagaimana cara warga dalam mengumpulkan sampah di pick-up point?

    Warga membawa sampah organik di pick-up point skala masyarakat terdekat dan dikumpulkan di wadah resmi yang disediakan PPO BLDF, yaitu tong biru berkapasitas 30 liter dan karung.

  15. Sampah organik apa saja yang bisa disetorkan di pick-up point?

    Sampah dapur, seperti sisa makanan, sisa sayuran, sisa buah-buahan, tulang, cangkang telur ditempatkan wadah tong. Selain itu, sampah organik kering, seperti daun, rumput, batok kelapa ditempatkan wadah karung.

  16. Apakah ada jadwal pengambilan sampah di pick-up point?

    Pengambilan sampah dilakukan pada hari Senin sampai Sabtu pukul 07.00–15.00 WIB. Hari Minggu dan hari libur tidak ada layanan pengambilan.

  17. Apakah ada perbedaan jadwal pengambilan sampah di tong dan karung?

    Sampah organik yang dikumpulkan dalam tong biru akan diambil secara rutin setiap dua hari sekali. Sampah dalam karung diambil satu kali dalam sepekan atau sesuai permintaan mitra dengan menghubungi Call Center Kudus Asik melalui WhatsApp (WA) di 0811-2982-299.

  18. Apa yang terjadi setelah sampah organik dikumpulkan?

    Sampah organik akan diambil oleh PPO BLDF untuk diproses dan diolah menjadi humisoil yang dimanfaatkan untuk program penghijauan di kawasan Muria dan Patiayam.

  19. Apa itu humisoil?

    Humisoil adalah pembenah tanah organik yang dihasilkan dari proses pengolahan sampah organik melalui dekomposisi alami. Humisoil membantu meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah, meningkatkan daya simpan air, serta mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih sehat.

  20. Apakah masyarakat bisa memanfaatkan humisoil?

    Ya. Masyarakat dapat mengajukan pemanfaatan humisoil untuk kebutuhan penghijauan, budidaya tanaman, dan kegiatan lingkungan lainnya. Setiap 1 KTP dapat memperoleh 2 tanaman dan 2 humisol setiap 3 bulan sesuai ketentuan yang berlaku.

  21. Bagaimana jika saya memiliki pertanyaan atau membutuhkan bantuan?

    Anda dapat menghubungi kontak resmi yang tersedia di website kudusasik.id untuk mendapatkan informasi dan bantuan lebih lanjut.