Inspiratif, Kisah Pekamuria Lindungi Gunung Muria dari Sampah
Di lereng Gunung Muria, ada sekelompok orang yang setiap kali selesai patroli atau penanaman pohon, selalu menyempatkan satu hal sebelum turun, yakni memungut sampah yang bukan milik mereka.
Begitulah cara kerja Pekamuria, penggiat konservasi yang sudah lama menjaga ekosistem Muria. Ketua mereka, Teguh Wiyono, menjelaskan apa yang selama ini dikerjakan. "Pekamuria punya beberapa program, yakni penanaman pohon untuk pemulihan habitat, penelitian flora dan fauna. Karena ekosistem hanya bisa berjalan kalau semuanya ada. Kalau tidak, ekosistem akan guncang dan tidak berjalan utuh,” jelas dia, belum lama ini.
Muria memang bukan gunung biasa. Triyanto Sutarjo, salah satu penggiat di sana, menggambarkannya lebih jauh. "Pegunungan Muria secara geografis terbagi tiga kabupaten: Kudus, Jepara, Pati. Di dalamnya ada sumber kehidupan mulai dari hulu mata air, ekosistemnya, ruang hidup flora faunanya, serta cara kehidupan dan budaya masyarakat di lereng Muria. Makanya, kelestariannya perlu dijaga."
Tapi di tengah semua upaya itu, ada satu tantangan yang sederhana namun terus berulang, yakni sampah-sampah yang ditinggal pendaki. Sosialisasi sudah dilakukan berkali-kali. Pesannya selalu sama, yakni apa yang dibawa naik, harus dibawa turun. Kenyataannya tidak selalu begitu. "Yang namanya orang banyak, tetap masih ada saja yang meninggalkan sampah," kata Triyanto.
Untuk itu, Pekamuria punya kegiatan rutin yang ditujukan untuk menjaga kelestarian Gunung Muria. "Makanya kita ada kegiatan rutin, setelah penanaman atau patroli, pasti pulangnya kita membawa turun sampah. Walaupun belum maksimal, tapi setidaknya dimulai dari kami, dimulai dari diri sendiri,” tegas dia.
Menjaga alam tidak harus dimulai dari hal yang besar. Kadang cukup dari satu keputusan kecil, yakni memilah sampah yang kita hasilkan sendiri, memastikan yang organik dan yang tidak tertangani dengan benar. Hal-hal seperti ini, kalau dilakukan bersama, pelan-pelan membentuk sesuatu yang lebih besar dari sekadar kebersihan.
Pada akhirnya, alam tidak pernah meminta terlalu banyak. Ia hanya butuh lebih banyak orang yang mau peduli, dan mulai dari apa yang ada di tangan mereka. (*)